Pengikut

Senin, 20 November 2017

Foreign Exchange Exposure



Pasar valuta asing (bahasa Inggris: foreign exchange market, forex) atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.

Risiko valuta asing (valas) merupakan risiko yang disebabkan oleh perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan, terutama pada saat dikonversikan dengan mata uang domestic. 

Sumber Risiko Valas dan Penanganan Risiko Valas
Risiko valas bisa berasal dari beberapa sumber, antara lain transaction, translation dan economic exposures.

a.      Transaction exposure

Transaction exposure merupakan risiko yang dihadapi oleh perusahaan ketika melakukan transaksi dengan pihak lain, baik itu supplier, pelanggan, ataupun pihak lainnya dengan menggunakan mata uang asing. Sehingga, perusahaan yang terlibat transaksi ini terekspos terhadap risiko perubahan nilai valas di masa depan. Perusahaan yang melakukan jual beli dengan denominasi mata uang asing menghadapi transaction exposure ini.

Misalnya, perusahaan importir A yang berbasis di Indonesia, punya utang ke suppliernya perusahaan B yang berbasis di AS dalam mata uang dollar. Perusahaan A mengalami ketidakpastian karena ketika mereka harus membayar utangnya di masa depan nilai tukar bisa berubah.
Menerapkan transaction exposure yaitu melakukan kebijakan berupa perlakuan pendapatan dan biaya (cost) dalam valas dalam tahun buku yang akan datang dan selanjutnya melakukan analisa pengaruhnya terhadap laba bersih atas potensi kemungkinan timbulnya perubahan-perubahan dalam kurs valuta asing.

Menurut Eitman, beberapa aktivitas yang dapat mengakibatkan suatu transaction exposure diantaranya adalah:
a.       Membeli/menjual dalam kredit dengan harga dalam valas
b.      Meminjam/ memberi pinjaman, dengan sistem pelunasan menggunakan valas
c.       Masuk ke dalam kontrak forward valas
d.      Memperoleh asset atau liabilities dalam valas

b.      Operating exposure

Yaitu melakukan research dan analisa secara mendaLam terhadap trend & nbsp; kurs valas yang terjadi pada masa yang akan datang (future analysis), mengkajinya dalam bentuk hubungnnya dengan kondisi dari ekspor dan impor serta sebagainya pada kondisi jangka panjang.
Operating exposure, biasa disebut juga dengan economic exposure atau strategic exposure, yakni mengukur perubahan pada present value yang diterima oleh perusahaan akibat perubahan pada arus kas operasi perusahaan di masa depan, yang disebabkan oleh perubahan yang tidak terduga pada nilai tukar. Exposure ini mengakibatkan penjualan turun dari pelanggan internasional. Meskipun dampaknya tidak muncul di neraca, namun munculnya di laporan laba/rugi, sehingga kemudian mempengaruhi daya saing perusahaan di pasar.
Transaction dan operating exposure sama-sama muncul ketika adanya perubahan yang tidak terduga dalam arus kas di masa depan. Lalu apa bedanya transaction dengan operating exposure? Transaction exposure muncul dari arus kas masa depan yang kontraknya sudah disepakati sejak sekarang, sementara itu operating exposure arus kas-nya tidak terkait dengan kontrak.



c.       Translation Exposure

Menerapkan accounting/translation exposure, yaitu melakukan kebijakan untuk mengkonversi aktiva dan passive perusahaan dalam bentuk valas yang jangka panjang ke dalam bentuk mata uang domestic negara. Tujuan accounting/translationexposure adalah untuk konsolidasi dan pelaporan.

Translation atau accounting exposure muncul karena laporan keuangan dari cabang asing yang dalam mata uang asing, harus dikonversi ke dalam reporting currency perusahaan induk untuk membuat laporan keuangan konsolidasi. Misalnya, laporan keuangan dari cabang yang menggunakan mata uang asing dikonsolidasikan ke laporan keuangan perusahaan induk ke dalam mata uang lokal.
Translation exposure ini dapat mengakibatkan perubahan pada item-item neraca seperti utang dan piutang, juga aset dan utang jangka panjang.

Untuk dapat mengurangi risiko valas, maka salah satu strategi yang dapat dipergunakan adalah dengan cara mengatasi exposure yang disebabkan oleh mata uang asing, maka dapat dilakukan“Hedging”.Hedging adalah suatu aktivitas lindung nilai dalam rangka mengantisipasi pergerakan mata uang asing.

Sumber: http://adnantandzil.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-valuta-asing-dan-risiko.html

Senin, 23 Oktober 2017

Contoh dan Manfaat Alat Komunikasi Tertulis & Lisan

Contoh dan Manfaat Alat Komunikasi Tertulis :


  1. Manfaat  Majalah Untuk Penerbit

-          Majalah sebagai media belajar organisasi
-          Majalah sebagai media komunikasi
-          Majalah sebagai media promosi
-      Majalah sebagai media penyaluran bakat dalam bidang penulisan
-          Majalah sebagai sarana investasi

           Manfaat Majalah Untuk Pembaca

-          Majalah sebagai sumber informasi
-          Majalah sebagai media komunikasi
-          Majalah sebagai penyalur aspirasi setiap orang
-          Majalah sebagai penyemai demokrasi
-          Majalah sebagai media promosi
-          Majalah sebagai media pembelajaran berbasis baca-tulis
-          Majalah sebagai media penyaluran bakat dalam bidang penulisan
-          Majalah sebagai peningkatan kreatifitas
-          Majalah sebagai penghibur



2. Manfaat Telegram:



  • Informasi yang disampaikan lebih cepat sampai kepada penerima/alamat yang dituju
Dengan demikian telegram biasa digunakan untuk mengirim pesan-pesan yang bersifat sangat penting dan mendesak untuk segera di beri respon.
  • Mempermudah untuk pengiriman pesan jarak jauh
Seperti pada umumnya alat komunikasi canggih masa kini yang memiliki keunggulan dalam luasnya jangkauan komunikasi. Dahulu kala telegram juga telah mengusung kelebihan ini. Jangkauan pengiriman pesannya dapat tidak hanya di wilayah lokal tapi juga internasional. Di Indonesia sendiri telegraf sudah banyak digunakan sejak 1855 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Mereka menggunakannya untuk berkirim pesan dengan jangkauan yang luas, bahkan hingga Singapura dan Australia.
  • Mampu mengirim pesan penting dengan keamanan yang terjamin
Pada masa peperangan komunikasi menggunakan telegram cukup popular karena pesan-pesan penting yang dikirimkan lebih terjaga keamanannya karena dengan penggunaan kombinasi sandi –sandi morse yang cukup sulit untuk diterjemahkan dan ditransimisikan dalam bentuk signal signal elektromagnetik yang dikirim dengan menggunakan telegraf sehingga kemungkinan pesan tersebut untuk bocor ke pihak lawan dapat diminimalisir.

  • Memberi kemudahan untuk instansi pemerintah dalam mengirim surat penting
Meski penggunaan surat juga masih sering dilakukan, namun keberadaan telegram ini menjadi alternative bagi lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor departemen dalam berkirim pesan penting. Telegram yang digunakan pihak pemerintah ini dibedakan dengan telegram yang dikirim oleh pihak swasta atau masyarakat umum terutama dalam hal waktu pengiriman dan jenis blangko yang digunakan.

  • Telegram memiliki desain yang unik
Telegram jenis ini disebut telegram indah, teleram ini sering dilakukan terutama untuk berkirim pesan di hari raya.

  • Mampu mendokumentasi pesan yang dikirim
Telegram banyak digunakan oleh para pelaku bisnis untuk mengirim dokumen-dokumen resmi dalam perjanjian bisnis. 


3. Manfaat Surat



 
  • Sebagai Alat Komunikasi
Dengan surat orang dapat saling berbicara, saling tukar informasi dan saling menyampaikan pesan. Dengan surat orang dapat saling memberi kabar, meskipun jaraknya berjauhan. Dengan surat orang dapat berbicara secara panjang lebar dengan menggunakan tulisan sehingga dapat menyampaikan pesan lebih banyak dengan biaya yang lebih murah.

  • Sebagai Wakil atau Duta
Surat dapat mewakili diri sendiri atau orang lain sebagai tenaga suruhan untuk mendatangi seseorang yang berada di tempat yang jauh dengan pembicaraan panjang lebar hingga tuntas. Dengan demikian Anda dapat menyelesaikan suatu masalah tanpa harus datang sendiri. Dengan surat Anda dapat menekan biaya daripada berkomunikasi melalui telepon jarak jauh atau interlokal apalagi harus datang sendiri.

  • Sebagai Bahan Bukti
Surat dalam arti yang luas mencakup dunia bisnis. Sebagai bahan bukti, surat dapat berbentuk, tanda terima, kwitansi, surat jalan pengiriman barang` resi atau bukti pengiriman uang, faktur, surat perjanjian dan berbagai surait bisnis lainnya banyak yang berfungsi sebagai bukti. Semua itu adalah sebagai bukti hitam di atas putih.

  • Sebagai Pedoman Pengambil Keputusan
Betapa pentingnya arsip surat untuk disimpan walaupun dalam waktu relatif singkat, sehingga apabila sewaktu-waktu diperlukan dapat dibaca kembali sebagai pedoman untuk mengambil suatu keputusan lebih lanjut.

  • Sebagai AIat Memperpendek jarak, Penghemat Tenaga dan Waktu
Bila suatu kunjungan tidak begitu penting, atau sesuatu yang dibicarakan tidak harus bertatap muka, maka cukup diwakili oleh surat. Dengan demikian Anda akan menghemat waktu, tenaga dan biaya.

  • Sebagai Alat Ingat (Pengingat)
Surat-surat yang dianggap penting sangat perlu untuk disimpan. Sebab bukan tidak mungkin suatu saat akan diperlukan lagi untuk dibaca Anda Sudah lupa mengingat-ingat isi atau bunyi surat tersebut.

  • Sebagai Bukti Sejarah dan Kegiatan
Surat dapat berfungsi sebagai bukti sejarah perjalanan dan perjuangan suatu bangsa. Sebagai bukti kegiatan, bagi suatu organisasr perusahaan atau badan usaha.

 


 Contoh dan Manfaat Alat Komunikasi Lisan :

  1. Manfaat Wawancara
 
  • Berkenalan dengan orang yang "istimewa" dalam pribadi, profesi, atau sumbangannya kepada masyarakat.
  • Menambah wawasan hidup.
  • Memberi inspirasi dan mendorong semangat hidup.
  • Memotivasi menjadi manusia yang lebih bermutu dan mau memberi sumbangan yang berarti dalam hidup.



2. Manfaat Pidato

 
  • Mempermudah komunikasi antar atasan dan bawahan.
  • Mempermudah komunikasi antar sesama anggota organisasi.
  • Menciptakan suatu keadaan yang kondusif di mana hanya perlu 1 orang saja yang melakukan orasi/pidato tersebut.
  • Mempermudah komunikasi.
 
3. Manfaat Rapat 


  • Sebagai tempat/forum untuk memecahkan masalah yang terjadi di intern dan ekstern organisasi
  • Sebagai tempat/forum untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan organisasi.
  • Sebagai forum demokrasi, diharapkan peserta rapat berpartisipasi pada masalah-masalah yang dikemukakan..
  • Sebagai sarana bernegosiasi antar anggota.
  • Sebagai ketentuan hukum berlaku dalam organisasi/perusahaan, rapat memiliki wewenang tertinggi dalam organisasi.
  • Sebagai alat koordinasi antarintern atau antarekstern dalam organisasi
  • Sebagai alat eksistensi berjalannya sebuah organisasi